Selasa, 19 Juli 2011

Lesson Learn1

0
Bijaksanalah dalam manajemen waktu!

*catatan untuk diri sendiri
Read more

Sabtu, 16 Juli 2011

Trans Semarang ( Part II: Birrul Walidain)

0
Sebenernya kemarin saya itu naik bus trans semarang atas usulan ibu saya, waktu mau balik ke kosan, motor masih di kosan dan nggak ada orang yang nganterin balik, jadi deh naik bus. Segera menuju lokasi halte BRT, beli tiket ma mbak2 penjaganya, terus..nungguin bus dateng (+-10 menit). Berhubung tujuan saya Tembalang, jadi turunlah saya di halte BRT depan SMA 5 Semarang. Nyebrang bentar, sampe sana beli somay (lapperr! =9) trus, lanjut naek bus umum arah Banyumanik. Kebetulan di dalem bus ini saya ketemu ama bapak-bapak setengah baya yang naik di depan Gereja bawa-bawa satu bendel yang berisi beberapa sapu, keset ma kemoceng diiket tali. Nah, si Bapak yang akhirnya duduk di sebelah saya ini tiba-tiba bilang "tujuh puluh lima ribu ini mbak".. sambil nunjuk ke arah bundelannya. Setelah nanya tujuan saya mo kemana, Bapak tadi langsung aja cerita soal anak dan cucunya. Tentang anaknya yang udah nikah dan kerja tapi nggak mau ngurusin anaknya lah, tentang cucunya yang juga masih kuliah di Undiplah dan cucunya yang lain yang baru masuk SMP lah, tentang penghasilannya yang didapatnya dari berjualan sapu dan teman-temannya itulah, dll. Dan ternyata beliau berjualan sapu adalah untuk membayar uang gedung cucunya yang baru masuk SMP. Rp 350.000. Jumlah yang cukup besar untuk Bapaknya itu. Hmm..sebenernya agak bingung juga sih harus nanggepin gimana ama itu Bapak yang tiba2 langsung curhat gitu. Tapi sebenernya secara nggak langsung Bapak itu telah mengingatkan saya.
Semua orang punya masalahnya masing-masing. Bersyukur atas segala yang telah kita miliki. Dalam Al Qur'an pernah dijelaskan:
.
.
to be continued...
eheheh..ni tulisan belum selese, tapi bawaannya pengen cepet-cepet nge-post aja.. :3
Read more

Trans Semarang (Part 1: Coba-coba)

0
Read more

Rabu, 06 Juli 2011

Mengenal Safety Plan (Program Pengelolaan Keselamatan)

0
Safety plan adalah dokumen yang dibuat untuk masalah-masalah keselamatan pengoperasian kerja yang meliputi: identifikasi hazard, penilaian resiko (risk assessment) dan langkah-langkah mitigasi dan kondisi yang harus dipenuhi untuk mempertahankan tingkat keselamatan.

Tujuan pembuatan safety plan adalah:
  • - untuk melakukan studi dan/ atau analisis mengenai dampak tidak dipenuhinya standar dan ketentuan pengoperasian.
  • - untuk mendapatkan alternatif pemecahan masalah dalam rangka menjamin tingkat operasi
  • - untuk memperkirakan efektivitas masing-masing alternatif pemecahan masalah keselamatan sebagaimana dimaksud pada huruf b di atas.
  • - untuk membuat rekomendasi perubahan atau pembatasan prosedur operasi atau pembatasan kapasitas atau hal-hal lain terkait dengan tidak dipenuhinya standar dan ketentuan pengoperasian.
  • - mengidentifikasi target keselamatan yang harus dipenuhi untuk memastikan keselamatan operasi.

Program safety plan memuat:
  1. - Tujuan : merupakan tujuan dari pembuatan program pengelolaan keselamatn (safety plan)
  2. - Latar belakang : berisi latar belakang dibuatnya safety plans berdasarkan keadaan saat ini.
  3. - Penilaian resiko (risk assessment) : merupakan proses identifikasi hazard, analisa, dan eliminasi dan/ atau mitigasi pada tingkat yang dapat diterima terhadap risiko yang mengancam operasional bandar udara. Penilaian resiko bertujuan untuk mencari keseimbangan alokasi sumber daya terhadap segala resiko dan pengendalian serta mitigasinya. Dalam manajemen resiko ditentukan terlebih dahulu probabilitas resiko dan keparahan (severity) / konsekuensi resiko. Hazard merupakan kondisi, objek atau kegiatan yang berpotensi menimbulkan cidera kepada personil, kerusakan perlengkapan atau struktur, kerugian material atau berkurangnya kemampuan untuk melaksanakan suatu fungsi. Keparahan (severity) adalah kemungkinan konsekuensi dari situasi bahaya, dimana sebagai patokan adalah situasi terburuk yang mungkin terjadi.
  4. - Mitigasi : adalah suatu tidakan untuk menghilangkan potensi bahaya atau mengurangi probabilitas atau tingkat resiko. Ada 3 strategi dalam melaksanakan mitigasi, yaitu: yang pertama penghindaran, adalah operasi atau kegiatan pada area tersebut dibatalkan karena resikonya lebih besar daripada keuntungannya. Yang kedua pengurangan, yaitu frekuensi dari operasi atau kegiatan dikurangi, atau diambil tindakan untuk mengurangi tingkat konsekuensi dari risiko yang dapat diterima. Sedangkan yang terakhir pemisahan, merupakan tindakan yang diambil untuk mengisolasi efek resiko atau menerapkan perlindungan berlapis untuk mengurangi tingkat resiko. Dalam mitigasi terdapat 3 defences yang dapat diterapkan: 1. teknologi, 2. training, dan 3. regulasi/ prosedur
  5. - Pemantauan (monitoring) : Ketika perubahan dilakukan dengan menempatkan defences tersebut, maka harus dipastikan bahwa perubahan tersebut tidak membawa hazard baru, dan defences bekerja sebagaimana mestinya. Monitoring dan reviewing dilakukan untuk melihat apakah defences sudah benar-benar dapat berjalan sehingga probabilitas menjadi berkurang.
  6. - Kesimpulan

Referensi:
Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor: SKEP/ 39/ III/ 2010
Read more

Senin, 04 Juli 2011

Berjilbab

0


Ini soal berjilbab (06/04/2011). Seperti yang kita ketahui, dalam Islam hal ini adalah suatu kewajiban bagi seorang muslimah. Apa? Wajib? Ya, sama seperti sholat 5 waktu yang jika ditinggalkan, kita pun akan mendapat dosa.

Seiring bertambahnya usia, seiring makin berkembangnya jaman dan makin banyaknya hal-hal yang telah saya alami, keputusan saya untuk berjilbab semakin bulat. Tanpa paksaaan siapapun dan iming-iming apapun.

Sekedar berbagi saja untuk muslimah-muslimah lain yang hingga saat ini belum juga mengulurkan jilbabnya, entah mungkin karena ragu-ragu dan lain sebagainya. Dulu, walaupun keinginan sudah sangat besar sejak lama di dalam sini, tetapi banyak hal yang membuat saya kemudian ragu untuk berjilbab, padahal dalam Al Qur'an telah disebutkan

Allah Ta'ala berfirman:

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Berikut ini daftar penyebab keragu-raguan saya (dan curhatan dari teman-teman tentang keragu-raguan mereka) yang kemudian hingga saat ini Insya Allah telah hilang:
1. Berjilbab membuat penampilan terlihat jelek.
Ah, itu hanya pemikiran awal kita saja. Coba tengok lagi. Sekarang toko-toko yang menjual jilbab dan asesorisnya sudah menjamur dimana-mana, bahkan ada sebuah toko berkonsep franchise yang memiliki cabang di berbagai kota. Modelnya pun bermacam-macam dan kian hari kian menarik. sedia asal kita pandai-pandai memilih dan memadu-padankan. Di mall-mall pun tak jarang ditemui gerai-gerai busana muslimah. Selama masih sesuai dengan akidah, banyak model yang teJika jawaban lahiriah yang ingin didapat, mungkin penjelasan di atas dapat mewakili. Tetapi jika kita benar-benar niat itu muncul dari dalam hati, tentu hati kecil kita juga akan bersuara bahwa ungkapan bahwa, "kecantikan tidak dapat dinilai dari sekedar fisik saja" adalah benar adanya. Saya akan memberikan contoh toko-toko yang menual busana muslim bagi Anda yang tinggal di sekitar Semarang: di mall CitraLand ada Al-fath (di sini untuk produk bagus dengan harga yang agak tinggi juga), di Jalan Pandanaran ada Pands (produk di sini juga beraneka ragam tetapi menurut saya model-model baju dan kerudung di sini lebih banyak yang diperuntukkan bagi usia 30tahun ke atas. Rabbani yang merupakan toko busana muslim usaha franchise memiliki beberapa anak cabang di kota Semarang, seperti di jalan Pandanaran di Banyumanik.
2. Muka terlihat lebih bulat
Alasan ini agak lucu, tetapi faktanya inilah salahsatu faktor yang menjadi sebab beberapa wanita ragu berjilbab. Wajah yang bulat dapat disiasati dengan pemilihan ciput yang tepat. Jika anda mencoba-coba ciput milik ibu dan terlihat buruk saat anda pakai, tidak selalu begitu jika anda mencoba memakai ciput model lain. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan teman anda yang sudah terlebih dahulu memakai jilbab. Sebenarnya terdapat banyak model ciput dan yang baru muncul belakangan ini adalah ciput arab yang sekarang sedang menjadi trend. Ini juga dapat disiasati dengan pemakaian plastik mika saat memakai kerudung segiempat. Pemakaian aksesoris yang tepat seperti bros atau corsache dapat mengelabui pandangan orang lain yang memandang kita. Tetapi disini biasanya pemilihan model ciput yang tepat dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap bentuk profile wajah anda.
3. Berjilbab akan mengundang komentar banyak orang lain.
Kalo untuk alasan yang ini saya tidak terlalu banyak menghadapi kendala. Tetapi di sini yang terpenting memang niat. Dari awal niat saya berjilbab memang bukan untuk mendapatkan pujian atau ingin terlihat lebih cantik, lebih kalem, lebih muslimah. Serius! Sudah saya abaikan semua keraguan soal penampilan. Lillahita'ala! Entah tanggapan positif atau negatif yang didapatkan saat orang-orang di sekitar melihat keputusan berjilbab, saya sudah tidak peduli. Bahkan sayapun sudah menyiapkan hati (siap-siap makan ati) jika ada orang yang mengolok-olok. Alhamdulillah Alloh telah memberikan kemudahan pada masa-masa awal saya berjilbab. Respon yang diberikan oleh orang-orang di sekitar hampir kesemuanya positif.
4. Berjilbab dikira ikut-ikutan orang lain
Haha, alasan inilah yang awalnya memberatkan saya untuk berjilbab. Sebenarnya niat saya untuk berjilbab yang paling pertama itu dan bahkan hampir saya utarakan kepada ibu saya adalah saat saya menginjak kelas 2 SMA. Yap, tetapi ternyata seorang teman dekat saya telah mendahuluinya. Saya yang pada waktu itu gengsinya masih tinggi dan tidak berpikir pajang, terus terang jadi merasa malas mengenakan jilbab karena takut dibilang "mengekor". Kemudian saya tunda keinginan untuk berjilbab itu. Sampai tiba saatnya kuliah, teman-teman bermain saya sehari-hari kebanyakan berjilbab dan diam-diam saya masih menyimpan keinginan berjilbab itu sambil mengamati cara mereka berjilbab. Satu per satu teman saya lainnya yang awalnya juga tidak mengenakan jilbab mulai memutuskan berjilbab. Pada masa ini saya kembali dikerubungi oleh perasaan ragu, takut dibilang "mengekor". Hingga tiba pada suatu titik dimana saya disadarkan dengan perkataan "tirulah hal yang baik-baik, jangan tiru yang jelek-jelek". Dengan segala niat baik saya, tekad yang bulat dan keprihatinan saya melihat kondisi umat muslim belakangan ini saya pun memutuskan untuk berjilbab. Alhamdulillah.
5. Berjilbab susah jodoh & susah mendapatkan pekerjaan
Siapa bilang? Kalau jodoh, rezeki dan kematian itu ada di tangan Alloh, kenapa kita harus ragu dengan alasan ini? Malah dengan berjilbab insya Alloh kita akan lebih menarik di mata laki-laki yang baik pula. Jilbab juga melindungi tubuh kita dari pandangan 'yang membuat kita risih' dari para lelaki hidung belang.
6. Berjilbab besok saja kalau sudah punya suami
Alasan yang sering didengar. Sebenarnya kalau kita kembali lagi pada niat "Lillahita'ala" tidak akan muncul alasan seperti ini sebagai penghambat kita berjilbab. Coba diingat lagi, bukankah jodoh, umur dan rezeki itu yang mengatur Alloh? Kita diberi jatah waktu hidup berapa lama di dunia ini oleh Alloh kita nggak tahu juga kan? Insya Alloh kematian bisa dijadikan sebagai pengingat kita untuk selalu mengintrospeksi diri untuk berubah menjadi lebih baik lagi.

Jika telah berjilbab, berikut adalah doa untuk memohon keteguhan dan keistiqomahan dalam menjalani ajaran Islam. Doa yang paling sering dibaca Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah doa:

“Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”
Referensi do'a: www.rumaysho.com
Read more

Minggu, 03 Juli 2011

Mau Tahu Tanggal Lahirmu dalam Kalender Hijriyah?

0
Daan ternyata tanggal lahir saya adalah 20 Jumadil Awal 1409 H !
~selamat mencoba~

Read more

Sabtu, 02 Juli 2011

Customer Relationship Management (CRM)

1
Pernahkan Anda kembali membeli barang di sebuah toko kelontong ujung jalan dengan alasan di tempat itulah Anda merasa mendapatkan pelayanan yang memuaskan seperti: pemilik toko yang ramah, pelayan yang hafal nama Anda hingga macam kebutuhan yang Anda perlukan? Pemilik toko yang tak segan-segan meminta maaf bahkan memberikan Anda ganti rugi 100% saat Anda kebetulan-secara tidak sengaja membeli barang dagangannya yang rusak?
Jika iya, itu artinya pemilik toko kelontong tadi telah menerapakan apa yang disebut dengan "Customer Relationship Management" meskipun mungkin sebelumnya tidak pernah mempelajari di bangku kuliah.

Contoh-contoh seperti ini sangat sering kita temui di pedagang-pedagang kecil. Bagaimana dengan pedagang besar seperti supermarket? mall? atau toserba? CRM juga dapat ditemui pada perusahaan tersebut dalam bentuk lain. Sebagai contoh adalah: beberapa supermarket memberikan layanan berupa pengiriman barang secara gratis jika kita membeli barang dalam jumlah tertentu, pelayan sebuah toserba akan memberikan salam hangatnya saat kita melewati pintu masuk, sebuah klinik perawatan kulit yang membentuk group member, sebuah minimarket yang buka 24 jam dan masih banyak lagi contoh-contoh lain.

Manfaat dari membangun hubungan dengan pelanggan adalah terciptanya pelanggan yang loyal. Di sini kita bedakan antara loyalitas dan ketahanan. Sebagai contoh, beberapa pelanggan bank mungkin telah berhubungan dengan sebuah bank selama bertahun-tahun; akan tetapi jika kita lebih teliti mengamati perilaku mereka dalam membeli jasa finansial, kita akan mendapati bahwa belakangan ini mereka juga membeli produk dari finansial institusi lain. Pada kenyataannya, banyak dari mereka mungkin adalah pelanggan yang ogah-ogahan dan merasa terbelenggu dalam suatu hubungan yang ingin mereka akhiri. Lamanya seorang pelanggan berbisnis dengan sebuah perusahaan hanyalah salahsatu indikator loyalitas. Fondasi loyalitas adalah dalam menunjang kepuasan pelanggan; ini adalah hubungan emosional dan sikap, bukan sekedar perilaku. Untuk meningkatkan loyalitas, kita harus meningkatkan tingkat kepuasan setiap pelanggan dan mempertahankan tingkat kepuasan tersebut dalam jangka panjang. Untuk meningkatkan kepuasan, kita perlu menambahkan nilai yang ditawarkan. Berikut ini nilai-nilai yang dapat dianggap berharga oleh pelanggan:
1. Nilai berbasis harga produk
2. Niai kemudahan atau akses
3. Nilai berbasis pilihan
4. Nilai berbasis karyawan
5. Nilai informasi
6. Nilai asosiasi
7. Nilai yang memampukan
8. Nilai hubungan
9. Nilai keunikan pelanggan
10. Nilai kejutan
11. Nilai komunitas
12. Nilai ingatan
13. Nilai pengalaman
Gambar Penciptaan Nilai Menuju Loyalitas

Hubungan dengan pelanggan yang secara fisik tidak dapat terlihat, dapat diukur dengan survey melalui penyebaran kuesioner. Hasil dari pengisian kuesioner oleh para responden inilah yang nantinya akan digunakan untuk mengukur sifat hubungan pelanggan. Salah satu tool yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan perhitungan ini yaitu SEM (Structural Equation Modelling)

Source:
Barnes, G. JAmes, Secrets of Customer Relationship Management, 2000, ANDI: Yogyakarta
Read more
 
Copyright 2011 HandsLife. Designed by Cute Templates Blogger.
Thanks to: Link 1, Link 2, Link 3.