Salah
satu buku Self-Help atau Self-Development yang tidak hanya berbicara
melulu tentang teori tetapi juga ditulis berdasarkan hasil praktek yang
telah dilakukan. Berisi entang bagaimana sang penulis menuangkan nilai-nilai
yang telah dipelajari dan dipraktikannya dari masa transisi remaja ke
dewasa, menjalani peran sebagai istri, ibu dan muslimah yang berdaya. Disampaikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti.
Di
dalamnya juga terdapat beberapa kutipan bagus yang selaras dengan
konten buku ini dan diambil dari referensi-referensi yang terpercaya
yang disebutkan berasal dari MedScape, Business Insider, Maxwell, pidato
(Alm) Steve Jobs serta ayat-ayat Al Quran, doa Nabi dan Al Hadits.
Beberapa insight yang dapat diambil setelah menyelesaikan membaca buku ini adalah:
tentang teori konsep neuroplastisitas otak dan pentingnya memiliki growth mindset serta resiliensi. Meluruskan niat untuk Allah, Allah dan Allah. Mengetahui true calling yang menjadi concern kita. Menentukan tools produktivitas yang tepat dan paling feasible dalam hidup kita. Membuat jadwal riil dan proyeksi. Serta melakukan self management yang baik.
Sebenarnya banyak quotes bagus dari buku ini. Tapi... Insya Allah I'll write it later :)
Sum Up: Recommended Book! (Especially for Muslimah).
"Sebagian besar vitamin dan mineral dari sayur dan buah yang kita makan tidak terserap tubuh, padahal kita butuhkan. Di sisi lain, gula yang kita makan dari makanan atau minuman kita sebagian besar terserap, padahal tidak semua kita butuhkan."
-- halaman 75
"Dan untuk tambatan hati berikutnya, selama itu wanita dan bukan pria, kamu juga harus sadari bahwa wanita itu aneh. Kalau kita terlalu menghamba, mengikuti semua keinginannya, memberikan segala yang kamu punya selain komitmen kesetiaan, dia akan memandang rendah laki-laki"
-- halaman 206
"You must have dignity!Have a goal, know what you want, andshow commitment!Siapa pun istri kamu nanti, pasti akan setia sama kamu."
-- halaman 207
"Gi, if you want to find your soulmate, you must be a soul...."
-- halaman 219
... bila kita ingin mencari belahan jiwa, jujur terhadap diri sendiri, kejernihan tujuan, dan berserah kepada Sang Pemilik Jiwa."
-- halaman 219
"Pembicaraan itu mengalir begitu saja. Tanpa beban, tanpa perasaan takut kepada diri sendiri, tanpa kekhawatiran akan ditolak karena diri mungkin tak sesuai ekspektasi lawan bicara, pun tanpa ada harapan menggebu-gebu kalau ini harus berakhir di pelaminan."
-- halaman 237
"Ini menjadi pelajaran buat saya,
siapa pun istri saya nanti bahwa semua istri punya batas kesabaran untuk peduli."
"Tuhan sayang, Jadikan semua pencinta puas. Beri mereka akhir bahagia. Rayakan hidup mereka. Biarkan hati mereka menari di api Cinta-Mu"
-doa kebersatuan cinta Tuhan-manusia-
"YANG KAUCARI, MENCARIMU."
-Tuhan yang kita rindukan, merindukan kita-
"Dia merontokkan dedaunan kuning dari hatimu, agar daun-daun hijau segar dapat tumbuh di tempatnya Dia cerabut akar-akar busuk, Agar akar-akar baru yang tersembunyi di bawah kan tumbuh di tempat apa pun. Yang kesedihan rontokkan dari hatimu, Hal-hal yang jauh lebih baik kan lahir di situ."
-Dalam kematian, ada kehidupan baru. Dalam kekurangan ada persiapan bagi kepenuhan-