Selasa, 12 Februari 2019

Persiapan - Persiapan

0
Read more

Jumat, 31 Oktober 2014

Mengenal Dunia Maintenance (1)

1
Assalamu'alaikum, selamat malam dunia maya! Kali ini Dini mau share tulisan tentang maintenance. :D aha! By the way, seperti yang kita ketahui bersama dunia maintenance adalah dunia yang umumnya dinilai sebagai hal yang 'cowok banget'. Lantas, kenapa kemudian yang ditulis adalah topik ini? Sebenernya ini topik yang saya dalami beberapa waktu yang lalu. Nge-post materi tersebut di sini adalah dalam rangka menyelamatkan memory tentang maintenance a.k.a pemeliharaan, sebelum memudar (warna kaliii pudar).


Pada dasarnya hampir semua hal perlu dilakukan pemeliharaan. Misalnya, kegiatan pemeliharaan terhadap kendaraan, mesin produksi, termasuk hubungan dengan sesama umat manusia *ups mulai ngelantur, okey kembali ke jalan yang lurus*. Tapi konteks pemeliharaan (maintenance) yang ditulis di sini maksudnya adalah semua kegiatan baik itu terencana maupun tidak terencana yang dilakukan untuk menjaga agar sebuah item atau bagian dari peralatan dapat menjalankan fungsinya dalam kondisi tertentu.
Contoh sederhananya adalah kegiatan mengelap kaca pengilon dengan cairan pembersih yang bertujuan agar bayangan yang muncul ketika kita mengaca dapat terlihat jelas.

Aktivitas dalam maintenance pada umumnya dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu preventif maintenance dan corrective maintenance. Preventive Maintenance sendiri terbagi menjadi empat kategori, yaitu: Time Directed Maintenance, Condition Based Maintenance, Failure finding, serta Run to Failure. Berikut ini bagan ilustrasinya:


Bagan Jenis - jenis Maintenance

Time Directed Maintenance :
Time Directed Maintenance merupakan kegiatan perawatan yang dilakukan berdasarkan variabel waktu. Kebijakan perawatan lain yang sesuai untuk diterapkan pada kegiatan ini adalah periodic maintenance dan on condition maintenance.
Periodic maintenance (hard time maintenance) merupakan kegiatan perawatan yang dilakukan secara periodik atau terjadwal. Kegiatan yang dilakukan  adalah penggantian komponen secara terjadwal dengan interval waktu tertentu

Condition Based Maintenance   :
Condition Based Maintenance merupakan perawatan pencegahan yang dilakukan sesuai dengan kondisi yang berlangsung dimana variabel waktu tidak diketahui secara tepat. Kebijakan yang sesuai dengan keadaan tersebut adalah predictive maintenance.
Predictive maintenance merupakan suatu kegiatan perawatan yang dilakukan dengan memeriksa dan memelihara pada saat perawatan sudah benar-benar memerlukana pemulihan ke tingkat semula. Hal ini dilakukan dengan me-monitoring kondisi operasi peralatan berdasarkan data-data dan informasi. Monitoring yang dilakukan antara lain pengukuran suara, analisis getaran, analisis aliran dan komposisi gas.

Failure finding   :
Failure finding merupakan suatu tindakan pencegahan yang dilakukan dengan cara memeriksa fungsi yang tersembunyi (hidden function) secara periodik untuk memastikan kapan suatu komponen akan mengalami kerusakan.

Run to Failure  :
Kegiatan ini disebut juga no schedule maintenance dimana kegiatan perawatan ini tidak melakukan usaha untuk mengantisipasi kerusakan. Suatu peralatan atau mesin dibiarkan bekerja hingga mengalami kerusakan kemudian dilakukan perawatan perbaikan. Kegiatan ini dilakukan jika tidak ada kegiatan pencegahan efektif yang dapat dilakukan, tindakan percegahan terlalu mahal atau dampak gagal tidak berpengaruh.

Yakk, pada bagan di atas terlihat ada tulisan "RCM", nah apakah RCM itu? Kondisi - kondisi seperti apa yang sesuai untuk jenis pemeliharaan tersebut? Jawaban atas pertanyaan - pertanyaan tersebut rencananya akan dibahas pada postingan berikutnya.



Read more

Senin, 26 Mei 2014

Pesan dari Sebuah Gambar

0
sumber gambar: pemilu 2014


Sesaat setelah membaca kalimat pertama dari quote yang tertera pada gambar di atas, saya (yang notabene pengetahuan politiknya masih secuil) langsung tidak setuju. Namun, sejurus kemudian setelah menuntaskan bacaan, berubah pikiran. 


Politik & Pemilu
 
Salah satu bentuk partisipasi seorang warga negara terhadap ranah politik di negaranya adalah dengan memberikan suara dalam pemilihan umum (Samuel P. Huntington, 1990). Di Indonesia sendiri helatan lima tahunan yang sering kali disebut sebagai "pesta demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat" rencananya akan diadakan pada 9 Juli mendatang untuk memilih presiden dan wakilnya. Ini merupakan salah satu kesempatan bagi warga negara Indonesia untuk turut berpartisipasi dalam dunia politik Indonesia.


Golput
 
Disisi lain, tidak semua orang memanfaatkan hak pilihnya. Mereka ini yang disebut sebagai golongan putih (golput). Dalam pelaksanaan Pemilu Presiden 2009, jumlah warga yang tidak menggunakan hak pilihnya alias golput adalah sebesar 49.677.776 atau 29, 0059 persen dari jumlah pemilih terdaftar (http://nasional.kompas.com/). Keputusan beberapa orang untuk menjadi golput dalam pemilihan umum dengan alasan tidak paham politik dan kecewa dengan kondisi dunia perpolitikan justru berpotensi memunculkan masalah baru yang dampaknya bisa jadi lebih parah. H. Soebagio dalam jurnalnya (2008) mengatakan, golput yang eskalatif dan signifikan secara potensial dapat berimplikasi negatif melumpuhkan demokrasi.

Berbagai cara pernah dilakukan oleh pemerintah maupun lembaga kemasyarakatan untuk
menarik simpati masyarakat dalam mengikuti Pemilu, sekaligus menekan jumlah golput pada Pemilu. Kegiatannya antara lain adalah pengiriman SMS boadcast, kegiatan gerak jalan bersama, pergelaran pangung seni budaya, diskusi mengenai SOSIALISASI PEMILIHAN UMUM 2014 PADA PEMILIH PEMULA, menyebarkan poster, iklan radio, televisi, serta media cetak, pemaparan materi dan teknis Pemilu bagi para penyandang disabilitas, Touring Demokrasi, pemutaran film tentang pemilu hingga stand up comedy.


Bakal Capres & Cawapres
 
KPU, selaku lembaga negara yang menyelenggarakan Pemilihan Umum di Indonesia, dalam websitenya telah merangkum CV berserta visi-misi (bakal) calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia tahun 2014 sebagai bentuk mendekatkan warga terhadap bakal calon pemimpinnya. Hingga saat ini telah ada dua pasang bakal calon presiden dan wakil presiden:

Visi-misi:
Visi-misi Prabowo Subianto - Hatta Rajasa: http://goo.gl/vfCS7F
Visi-misi Joko Widodo - Jusuf Kalla: http://goo.gl/6gH46I

CV (bakal) calon presiden - wakil presiden:
CV Prabowo Subianto: http://goo.gl/eg6F8G
CV Hatta Rajasa: http://goo.gl/Cjscp0
CV Joko Widodo: http://goo.gl/lP3Zt4
CV Jusuf Kalla: http://goo.gl/BZVPU8

sumber gambar: election

By the way, pilpres tahun ini akan diadakan bertepatan dengan awal bulan suci Ramadhan. Semoga memberi efek positif :D

 
Referensi:
  1. Samuel P. Huntington dan Joan Nelson, Partisipasi Politik di Negara Berkembang, (Jakarta: Rineka Cipta, 1990) h. 9-10.
  2. H. Soebagio, Implikasi Golongan Putih dalam Perspektif Pembangunan Demokrasi di Indonesia. Jurnal Makara, Sosial Humaniora, Vol. 12, No. 2, Desember 2008: 82-86. Indonesia.
  3. http://www.kpu.go.id/ diakses pada: 24 Mei 2014
  4. http://nasional.kompas.com/ diakses pada: 25 Mei 2014
  5. http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/03/24/160622/2534947/1562/sosialisasi-pemilu-pemerintah-kirim-pesan-berantai-ke-masyarakat diakases pada: 27 Mei 2014
  6. http://www.rumahpemilu.org/in/read/5045/Sosialisasi-Pemilu-2014-Pada-Pemilih-Pemilu-Pemilih-Muda-Pemilih-Cerdas- 
    diakases pada: 27 Mei 2014
  7.  http://www.republika.co.id/berita/pemilu/foto-pemilu/14/02/07/n0mp9h-tekan-angka-golput-kpu-gencar-sosialisasi-pemilu-2014
    diakases pada: 27 Mei 2014
  8. http://pemerintahan.kampung-media.com/2014/03/18/sosialisasi-pemilu-lewat-media-tradisional-1712 
    diakases pada: 27 Mei 2014
  9. http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/14/03/20/n2p289-sosialisasi-pemilu-untuk-pemilih-difabel-di-depok
    diakases pada: 27 Mei 2014
  10.  http://www.republika.co.id/berita/pemilu/berita-pemilu/14/04/04/n3im0y-gelar-kampanye-kpu-manfaatkan-tukang-ojek diakases pada: 27 Mei 2014
Read more
 
Copyright 2011 HandsLife. Designed by Cute Templates Blogger.
Thanks to: Link 1, Link 2, Link 3.