Beberapa waktu yang lalu nggak sengaja nemuin video ini. Berisi rekaman salah satu acara yang pernah ditayangkan di televisi nasional. Sejujurnya bukan acara favorit saya sih, lantaran jam tayangnya yang tabrakan dengan waktu Maghrib dan Isya'. Tapi khusus untuk episode yang ini menurut saya inspiring.
Rabu, 09 Januari 2013
Senin, 04 Juli 2011
Berjilbab
0
Ini soal berjilbab (06/04/2011). Seperti yang kita ketahui, dalam Islam hal ini adalah suatu kewajiban bagi seorang muslimah. Apa? Wajib? Ya, sama seperti sholat 5 waktu yang jika ditinggalkan, kita pun akan mendapat dosa.
Seiring bertambahnya usia, seiring makin berkembangnya jaman dan makin banyaknya hal-hal yang telah saya alami, keputusan saya untuk berjilbab semakin bulat. Tanpa paksaaan siapapun dan iming-iming apapun.
Sekedar berbagi saja untuk muslimah-muslimah lain yang hingga saat ini belum juga mengulurkan jilbabnya, entah mungkin karena ragu-ragu dan lain sebagainya. Dulu, walaupun keinginan sudah sangat besar sejak lama di dalam sini, tetapi banyak hal yang membuat saya kemudian ragu untuk berjilbab, padahal dalam Al Qur'an telah disebutkan
Allah Ta'ala berfirman:
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)
Berikut ini daftar penyebab keragu-raguan saya (dan curhatan dari teman-teman tentang keragu-raguan mereka) yang kemudian hingga saat ini Insya Allah telah hilang:
1. Berjilbab membuat penampilan terlihat jelek.
Ah, itu hanya pemikiran awal kita saja. Coba tengok lagi. Sekarang toko-toko yang menjual jilbab dan asesorisnya sudah menjamur dimana-mana, bahkan ada sebuah toko berkonsep franchise yang memiliki cabang di berbagai kota. Modelnya pun bermacam-macam dan kian hari kian menarik. sedia asal kita pandai-pandai memilih dan memadu-padankan. Di mall-mall pun tak jarang ditemui gerai-gerai busana muslimah. Selama masih sesuai dengan akidah, banyak model yang teJika jawaban lahiriah yang ingin didapat, mungkin penjelasan di atas dapat mewakili. Tetapi jika kita benar-benar niat itu muncul dari dalam hati, tentu hati kecil kita juga akan bersuara bahwa ungkapan bahwa, "kecantikan tidak dapat dinilai dari sekedar fisik saja" adalah benar adanya. Saya akan memberikan contoh toko-toko yang menual busana muslim bagi Anda yang tinggal di sekitar Semarang: di mall CitraLand ada Al-fath (di sini untuk produk bagus dengan harga yang agak tinggi juga), di Jalan Pandanaran ada Pands (produk di sini juga beraneka ragam tetapi menurut saya model-model baju dan kerudung di sini lebih banyak yang diperuntukkan bagi usia 30tahun ke atas. Rabbani yang merupakan toko busana muslim usaha franchise memiliki beberapa anak cabang di kota Semarang, seperti di jalan Pandanaran di Banyumanik.
2. Muka terlihat lebih bulat
Alasan ini agak lucu, tetapi faktanya inilah salahsatu faktor yang menjadi sebab beberapa wanita ragu berjilbab. Wajah yang bulat dapat disiasati dengan pemilihan ciput yang tepat. Jika anda mencoba-coba ciput milik ibu dan terlihat buruk saat anda pakai, tidak selalu begitu jika anda mencoba memakai ciput model lain. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan teman anda yang sudah terlebih dahulu memakai jilbab. Sebenarnya terdapat banyak model ciput dan yang baru muncul belakangan ini adalah ciput arab yang sekarang sedang menjadi trend. Ini juga dapat disiasati dengan pemakaian plastik mika saat memakai kerudung segiempat. Pemakaian aksesoris yang tepat seperti bros atau corsache dapat mengelabui pandangan orang lain yang memandang kita. Tetapi disini biasanya pemilihan model ciput yang tepat dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap bentuk profile wajah anda.
3. Berjilbab akan mengundang komentar banyak orang lain.
Kalo untuk alasan yang ini saya tidak terlalu banyak menghadapi kendala. Tetapi di sini yang terpenting memang niat. Dari awal niat saya berjilbab memang bukan untuk mendapatkan pujian atau ingin terlihat lebih cantik, lebih kalem, lebih muslimah. Serius! Sudah saya abaikan semua keraguan soal penampilan. Lillahita'ala! Entah tanggapan positif atau negatif yang didapatkan saat orang-orang di sekitar melihat keputusan berjilbab, saya sudah tidak peduli. Bahkan sayapun sudah menyiapkan hati (siap-siap makan ati) jika ada orang yang mengolok-olok. Alhamdulillah Alloh telah memberikan kemudahan pada masa-masa awal saya berjilbab. Respon yang diberikan oleh orang-orang di sekitar hampir kesemuanya positif.
4. Berjilbab dikira ikut-ikutan orang lain
Haha, alasan inilah yang awalnya memberatkan saya untuk berjilbab. Sebenarnya niat saya untuk berjilbab yang paling pertama itu dan bahkan hampir saya utarakan kepada ibu saya adalah saat saya menginjak kelas 2 SMA. Yap, tetapi ternyata seorang teman dekat saya telah mendahuluinya. Saya yang pada waktu itu gengsinya masih tinggi dan tidak berpikir pajang, terus terang jadi merasa malas mengenakan jilbab karena takut dibilang "mengekor". Kemudian saya tunda keinginan untuk berjilbab itu. Sampai tiba saatnya kuliah, teman-teman bermain saya sehari-hari kebanyakan berjilbab dan diam-diam saya masih menyimpan keinginan berjilbab itu sambil mengamati cara mereka berjilbab. Satu per satu teman saya lainnya yang awalnya juga tidak mengenakan jilbab mulai memutuskan berjilbab. Pada masa ini saya kembali dikerubungi oleh perasaan ragu, takut dibilang "mengekor". Hingga tiba pada suatu titik dimana saya disadarkan dengan perkataan "tirulah hal yang baik-baik, jangan tiru yang jelek-jelek". Dengan segala niat baik saya, tekad yang bulat dan keprihatinan saya melihat kondisi umat muslim belakangan ini saya pun memutuskan untuk berjilbab. Alhamdulillah.
5. Berjilbab susah jodoh & susah mendapatkan pekerjaan
Siapa bilang? Kalau jodoh, rezeki dan kematian itu ada di tangan Alloh, kenapa kita harus ragu dengan alasan ini? Malah dengan berjilbab insya Alloh kita akan lebih menarik di mata laki-laki yang baik pula. Jilbab juga melindungi tubuh kita dari pandangan 'yang membuat kita risih' dari para lelaki hidung belang.
6. Berjilbab besok saja kalau sudah punya suami
Alasan yang sering didengar. Sebenarnya kalau kita kembali lagi pada niat "Lillahita'ala" tidak akan muncul alasan seperti ini sebagai penghambat kita berjilbab. Coba diingat lagi, bukankah jodoh, umur dan rezeki itu yang mengatur Alloh? Kita diberi jatah waktu hidup berapa lama di dunia ini oleh Alloh kita nggak tahu juga kan? Insya Alloh kematian bisa dijadikan sebagai pengingat kita untuk selalu mengintrospeksi diri untuk berubah menjadi lebih baik lagi.
Jika telah berjilbab, berikut adalah doa untuk memohon keteguhan dan keistiqomahan dalam menjalani ajaran Islam. Doa yang paling sering dibaca Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah doa:
“Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”Referensi do'a: www.rumaysho.com
Selasa, 15 Februari 2011
Ibu, Madrasah Pertama Bagi Seorang Anak
0
Karena Madrasah Pertama itu Bernama Wanita.
Hukzz..pertama baca kalimat di atas, kalo coba dicermati dan bener-bener dipahami lagi, berat juga yah...
Seorang penyair berkata,
الأم مدرسة إذا أعددتها
أعدت جيلا طيب الأعراق
Ibu adalah madrasah jika kamu menyiapkannya
Maka dia menyiapkan generasi berkarakter baik
Penyair lain berkata,
وإذا النساء نشأن فى أمية
رضع الرجال جهالة وخمولا
Apabila para ibu tumbuh dalam ketidaktahuan
Maka anak-anak akan menyusu kebodohan dan keterbelakangan
Makanya, seorang 'calon ibu' harus mempersiapkan dirinya sebaik mungkin. Menjadi istri sekaligus ibu yang pintar tidak hanya dalam hal berkarir dan berdandan. Banyak segi lain yang harus selalu diasah, mulai dari kecakapan memasak, mendidik anak, akhlak, dll., yang paling utama adalah ilmu agama (entah apa lagi, sejauh ini saya baru menjadi pengamat dan belum menjadi seorang ibu :p). Ya, seorang ibu harus pintar.. Ini tidak melulu menyangkut segi akademik. Kunci kemajuan bangsa dimulai sejak seorang anak ada di tangan asuhan sang bunda. Masalah bagaimana dia bergaul nantinya dengan masyarakat, itu nanti sedikit banyak akan dipengaruhi juga dari pendidikan yang diterimanya di lingkungan keluarga. Harus kuat. Walau bagaimanapun, terkadang meskipun pendidikan keluarga secara teoritis telah kokoh dan kuat, pengaruh lingkungan luar juga sangat menentukan, tetapi setidaknya jikalau suatu saat hal-hal terburuk pun terjadi, buatlah keluarga menjadi tempat kembali yang paling nyaman bagi sang anak. Terima dan bimbing untuk kembali ke jalan yang benar, buat dia belajar dari kesalahan masa lalunya.
Note ini saya post kan bukan karena saya pengen cepet-cepet berkeluarga dan yang semacamnya lhooo... :D
Bentuk keprihatinan aja, liat kondisi jaman sekarang. Begitu melihat dunia luar dan melihat kondisi yang sedemikian memprihatinkannya. Astaghfirulloh.. Ingin membuka mata. Ayolah,,, seharusnya tidak hanya dunia yang terus - menerus dikejar. Sampai bingung tentang bagaimana cara penyampaiannya.
10 bersaudara hafidz Al Qur'an
0
Kemaren waktu baca sinopsis sebuah buku yang berisi tentang 10 bersaudara hafidz Al Qur'an rasanya ngiriiiiiiii sekaliiiii. Kalau mau lihat lebih lanjut tentang bukunya, buka link ini --> LINK Terkagum-kagum sama orangtua yang super sibuk dan mampu mendidik anak-anaknya sedemikian rupa sehingga berhasil di pendidikan dan agamanya. Subhanalloh :)
Langganan:
Komentar (Atom)

