Rabu, 28 November 2012

Membuat Diagram Pareto dengan Ms. Excel 2007

0

Langsung saja lihat video tutorial di atas, Insya Allah lengkap dan jelas meskipun dipaparkan dalam bahasa Inggris.

Ini sebenernya sekalian nyimpen link video tsb untuk keperluan pribadi, hehee. Siapa tahu besok butuh & mungkin lupa, jadi kan tinggal cari di blog sendiri nggak usah browsing kelamaan :) .
Read more

Mungkin Karena Faktor K : Kangen

3

Malam tadi sekitar pukul 19.30 di ruang makan, lagi nonton tv, tiba-tiba salah satu adek kos yang notabene adalah mahasiswi teknik sipil, lewat pake pakaian rapih, sepertinya hendak pergi.

D:"mau kemana? makan?" (ngobrol sambil terus nonton tv)
T:"makan apa, ini bawa laptop gini masak mau makan?" (sambil nunjukin tas gendongannya dan tas laptop di tangan)
D: "oooh.. (baru nyadar kalo si T bawa2 tas) 
T: (jalan sambil lalu dengan muka agak kusut) "sedih nih banyak tugas" 
D: (sambil senyum) "nanti ada masanya kamu bakal kangen saat-saat seperti itu" 
T: "iya sih" (kemudian nengok sambil senyum)

Ahh,,, jadi kembali terkenang dengan masa-masa hectic dulu. Dari yang jam 6 pagi kumpul di depan plank T.I dilanjut lari 12 putaran depan WP, jam 2.30 pagi jalan kaki di daerah pegunungan   di tengah hujan, siang bolong dipom bensin berjam-jam cuma untuk ngambil sample, mengikir, mengetap, menggergaji besi, mengelas, ngendon di kampus dari pagi sampe pagi hari berikutnya, hingga malam-malam tanpa tidur lainnya yang dihabiskan bersama bocah-bocah itu. Yakk apalagi,, tak lain dan tak bukan adalah untuk sebuah kata bernama 'deadline' pendek yang berbanding terbalik dengan tingkat kerumitan dan jumlah tanggung jawab yang diemban *hahah, kalimat yang terakhir ini lebay*. Ahh, itu baru sedikiiiiiit dari cerita-cerita kebersamaan kita. Tapi lelah-lelah yang dirasa dulu, kini telah menjadi manis-manis di memori :')

Teruntuk teman-teman TI ku, bagaimana kabarmu hari ini? Semoga esok kita dipertemukan kembali dalam keadaan yang lebih baik lagi. Aamiin yaa Robbal'alamiin.

Tumben nulis beginian nih, mungkin karena faktor K: kangen.







gambar diambil dari sini





iya, kangen kalian ... :)

Read more

Senin, 24 September 2012

Mengenal: Kerja Bangku

4

Kerja bangku adalah segala aktivitas proses produksi yang dikerjakan secara manual, tanpa menggunakan mesin, dikerjakan di atas meja kerja. Kegiatan-kegiatan yang termasuk ke dalam kerja bangku adalah :
1.      Proses pemotongan : penggergajian
2.      Proses meratakan permukaan, membuat chamfer : pengikiran
3.      Proses pembuatan ulir : pengetapan ( tap ) dan penyenaian ( snei )
4.      Proses pelubangan : pengeboran
5.      Penandaan dengan penitik dan penggores
6.      Pengukuran

Berdasarkan proses pembuatan benda kerjanya, kerja bangku dapat dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu :
1.      Proses pembuatan dengan cara mengurangi volume benda kerja
Untuk mendapatkan suatu bentuk yang diinginkan, dilakukan  penyayatan sehingga volume benda kerja berkurang. Penyayatan tersebut dilakukan dengan cara :
a.       Pemotongan dengan gergaji tangan
b.      Pemotongan dengan kikir
c.       Penyayatan dengan tap tangan / snei tangan
d.      Penyayatan dengan pahat tangan
e.       Penyayatan dengan sekrap tangan

2.      Proses pembuatan dengan cara tanpa mengurangi volume benda kerja
Untuk mendapatkan suatu bentuk yang diinginkan, dilakukan tanpa penyayatan sehingga volume benda kerja tidak berkurang. Pembuatan benda kerja dilakukan dengan cara :
a.       Pembengkokan ( bending )

Reference:
Teknologi Mekanik, ITS 
Read more

Tips: Praktek Kerja Lapangan (PKL) a.k.a Kerja Praktek (KP)

2

Rupanya sudah cukup lama nggak menyentuh blog ini. Eh, usianya udah mau 4 tahun ya? Waa.. kalo diibaratkan anak kecil, udah bisa lari2, belajar tajwid, joged2 yakk :p *penting*  Kali ini mau bagi-bagi tips nih buat kalian yang akan melaksanakan kerja praktek atau praktek kerja lapangan di perusahaan atau instansi pemerintahan. Pada saat kita akan melaksanakan kerja praktek di sebuah perusahaan, biasanya kita diwajibkan untuk membuat proposal terlebih dahulu. Proposal ini berisi permohonan ijin pelaksanakan kerja praktek beserta rancangan penelitian yang hendak digunakan dalam laporan hasil kerja praktek. Bismillahirrohmanirrohiim. Berikut tips-tips nya:

1. Cari referensi
Bisa referensi contoh laporan ataupun referensi perusahaan yang kiranya cocok dengan jurusan yang kita ambil. Oya, beberapa perusahaan juga memberikan 'uang saku' untuk siswa ataupun mahasiswa yang melakukan praktek kerja lapangan diperusahaannya. Lumayan kan, kalo yang ini bisa nambah-nambah saldo tabungan lah. Referensi dari kakak-kakak angkatan tentunya akan sangat membantu dalam hal ini. Kita juga bisa mencari referensi melalui internet, karena beberapa perusahaan biasanya mengumumkan secara terbuka apabila ada lowongan kerja praktek bagi mahasiswa di perusahaannya (lengkap dengan penjelasan tentang fee, waktu dan ketentuan lainnya). Makanya, sebaiknya proposal kerja praktek dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya (min. 6 s.d. 3 bulan).

2. Tentukan objek yang hendak kamu angkat dalam laporan hasil kerja praktek.
Kenapa kita perlu menentukan topik terlebih dahulu? Karena mayoritas perusahaan akan menanyakan hal ini sebelum kita mendapatkan ijin untuk melaksanakan kerja praktek di sana. Ini juga akan mempermudah kita dalam penyusunan laporan kelak. Objek inilah yang akan menentukan dimana kamu akan ditempatkan nantinya di perusahaan oleh bagian personalia atau SDM. Jadi, kita harus membuatnya sejelas dan sedetail mungkin. Di dalam proposal ini minimal sudah memuat alasan pemilihan objek, jadwal kegiatan yang hendak dilakukan selama pelaksanaan kerja praktek di perusahaan tersebut beserta batas waktu, juga data-data yang diperlukan. Hal ini dapat menjadi dasar yang jelas sejak awal sehingga kita dapat melakukan kontrol terhadap diri sendiri agar selalu mencapai target sesuai dengan jadwal kegiatan dan batas waktu yang telah kita buat di dalam proposal. Penjelasan mengenai data-data yang diperlukan juga penting untuk dicantumkan di dalam proposal, sebab terkadang terdapat data-data tertentu yang tidak boleh diakses oleh siapapun di luar perusahaan. Jika tidak diberitahu oleh bagian personalia atau SDM sejak awal, sebaiknya kita berinisiatif untuk menanyakan hal ini. Karena hal-hal yang berkaitan dengan data akan sangat penting untuk keberlanjutan laporan kita nantinya.

3. Pilih dosen pembimbing yang dinilai paling mumpuni pada bidang yang berhubungan dengan objek yang hendak dikaji dalam laporan dan tentunya bisa mengarahkan saat penyusunan laporan nanti. Jangan lupa juga untuk mempertimbangkan faktor komunikasi, karena beberapa dosen (mungkin) agak susah untuk dihubungi dibanding dengan dosen-dosen pembimbing yang lain.

4. Kenali lebih dekat perusahaan yang kita pilih.
Seenggaknya, sebelum memasukkan proposal ke perusahaan kita sudah mengerti kondisi perusahaan saat itu.

5. Membuat beberapa proposal untuk beberapa perusahaan.
Tips ini sebenarnya nggak terlalu dianjurkan. Tetapi inilah salah satu solusi untuk mencegah apabila ada proposal kita yang tertolak atau hilang pada saat pengiriman dan tidak sampai ke perusahaan (lebih baik sedia payung sebelum hujan, kan?).

6. Kalau bisa, masukkan proposal langsung ke perusahaan tersebut tanpa perantara.
Ini untuk mencegah proposal yang sudah kita buat dan kita kirimkan hilang entah kemana di tangan pihak ketiga. Pengiriman proposal melalui jasa p*s tidak saya anjurkan (pengalaman pribadi). Kalau masih satu kota, satu propinsi atau satu pulau pun akan lebih baik jika kita langsung menyerahkan ke perusahaan tersebut. Jika melalui perantara, pastikan yang terpercaya. Misal: kakak angkatan atau kerabat yang bekerja di perusahaan tersebut.

7. Konfirmasi
Jika proposal sudah dimasukkan ke perusahaan, langkah selanjutnya yang harus segera kita ambil adalah melakukan konfirmasi. Kalau proposal dikirim melalui perantara, sebaiknya seminggu setelah pengiriman proposal, kita segera menelepon bagian HRD atau personalia perusahaan tersebut untuk menanyakan apakah proposal kita telah benar-benar sampai ke bagian HRD. Biasanya, nomor teleponnya bisa dicari melalui internet. Tetapi jika mengirim langsung ke perusahaan tanpa perantara, kita bisa langsung menanyakan tentang diterima atau tidaknya kita melakukan kerja praktek pada tanggal, bulan, tahun, dan tempat kerja praktek sesuai denganyang tertera di proposal. Jika sudah mendapat persetujuan, sebaiknya sebulan atau dua bulan sebelum jadwal pelaksanaan kerja praktek, kita melakukan konfirmasi ulang. Tentunya untuk memastikan bahwa tidak terjadi penggantian jadwal. Ini juga untuk menunjukkan kepada pihak perusahaan bahwa kita bersungguh-sungguh. Sekalian bisa ditanyakan mengenai peraturan-peraturan berupa: waktu kerja, libur, pakaian, jam istirahat, pembimbing lapangan, perijinan untuk bimbingan dengan dosen di kampus dan sebagainya.

8. Nikmati prosesnya.
Kerja praktek adalah salah satu cara kita untuk belajar tentang penerapan ilmu-ilmu yang pernah kita peroleh di bangku kuliah. Inilah saat kita dihadapkan dengan lingkungan yang berbeda, orang - orang yang berbeda, dan peraturan yang berbeda. Nikmati saja dinamikanya.

Oke, segitu dulu tips-tips nya. Kalau ada saran atau kritik atau pujian atau sanjungan atau pengen anter-anter roti & buah-buahan ke saya *eh* :p
Silakan diketik aja langsung pada comment box di bawah ini.
Semoga lancar kerja prakteknya ya, adik-adik =)
Read more

Minggu, 27 Mei 2012

FYI

0



we are continuously improving system
  1. Logical framework
  2. Statistical Thinking and Research Capabilities
  3. Problem Solving
  4. Interpersonal Skills
  5. Leadership and Teamwork
  6. Life Long Learning
ST ST ST for me please~~~~ aaaa gemess...
Read more

Jumat, 30 Desember 2011

Mengenal Riset Operasi (Operational Research): Materi Kuliah Semester 3

0

Riset operasional yang lebih dikenal dengan operation research atau quantitative analysis merupakan serangkaian kegiatan analisis dan pemodelan matematik untuk keperluan pengambilan keputusan (decision making). Banyak persoalan manajerial di suatu organisasi atau perusahaan yang berkaitan dengan proses pengambilan keputusan.

Meskipun tujuan utama riset operasional ini adalah mendaptkan solusi optimal. Namun, dalam praktek manajerial lebih dipentingkan solusi yang memuaskan (satisficing). Keputusan dalam bisnis masih lebih banyak ditentukan oleh perilaku sang pengambil keputusan. Meskipun demikian, analisis kuantitatif dan sistematik tetap dibutuhkan sebagai dasar argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional. Oleh sebab itulah kita memerlukan riset operasional sebagai salah satu tools untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan di dalam perusahaan.

Sebagai suatu teknik pengambilan keputusan masalah, penelitian operasional harus dipandang sebagai suatu ilmu dan seni. Aspek ilmu terletak pada penggunaan teknik-teknik dan algoritma-algoritma matematik untuk memecahkan persoalan yang dihadapi; sedangkan aspek seninya terletak dalam kreativitas dan kemampuan operator dalam menganalisis sistem untuk pengambilan keputusan (the art of balancing).

Riset operasional mencakup:
1. Analsis Keputusan (MCDM, AHP, Analisis Keputusan dalam Ketidakpastian, serta FUngsi BORDA)
2. Programa Linier (Metode grafik, Simpleks, Dua Fasa, Primal Dual)
3. Programa Integer
4. Programa Dinamis
5. Goal Programming
6. Metode Transportasi
7. Teori Antrian dan Simulasi, Teori Permainan, dan Rantai Markov


Referensi:
1. Cathrine, dkk. (2011). A Carpentry Cutting Stock Problem: A Case Study For Planks Cutting In Zimbabwe. Journal Of Sustainable Development In Africa.
2. Dimyati, Tjutju Tarliah and Ahmad Dimyati. (2006). Operation Research: Model-model Pengambilan Keputusan. Sinar Baru Algesindo. Bandung.
3. Noer, Bustanul Arifin. (2010). Belajar Mudah Riset Operasional. ANDI. Yogyakarta

Read more

Kamis, 18 Agustus 2011

Bismillahirrohmanirrohiim

2

Fainnama’al ‘usri yusro.. innama’al ‘usri yusro…

"Sesungguhnya bersama dengan kesulitan, ada kemudahan.. bersama dengan kesulitan, ada kemudahan.."

(Al-Insyirah : 6-7)



“….Karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikkan yang banyak padanya.”

(An-Nissa:19)



"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ "

(Al Baqarah : 45)



"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."

(Al-Baqarah : 153)



Istirahat sejenak dan mengurangi intensitas kemunculan di social media. Untuk sebuah tanggungjawab terhadap banyak pihak. Bismillahirrohmanirrohiim, semoga tugas akhir saya berkah. Aamiin :)

Read more

Rabu, 06 Juli 2011

Mengenal Safety Plan (Program Pengelolaan Keselamatan)

0
Safety plan adalah dokumen yang dibuat untuk masalah-masalah keselamatan pengoperasian kerja yang meliputi: identifikasi hazard, penilaian resiko (risk assessment) dan langkah-langkah mitigasi dan kondisi yang harus dipenuhi untuk mempertahankan tingkat keselamatan.

Tujuan pembuatan safety plan adalah:
  • - untuk melakukan studi dan/ atau analisis mengenai dampak tidak dipenuhinya standar dan ketentuan pengoperasian.
  • - untuk mendapatkan alternatif pemecahan masalah dalam rangka menjamin tingkat operasi
  • - untuk memperkirakan efektivitas masing-masing alternatif pemecahan masalah keselamatan sebagaimana dimaksud pada huruf b di atas.
  • - untuk membuat rekomendasi perubahan atau pembatasan prosedur operasi atau pembatasan kapasitas atau hal-hal lain terkait dengan tidak dipenuhinya standar dan ketentuan pengoperasian.
  • - mengidentifikasi target keselamatan yang harus dipenuhi untuk memastikan keselamatan operasi.

Program safety plan memuat:
  1. - Tujuan : merupakan tujuan dari pembuatan program pengelolaan keselamatn (safety plan)
  2. - Latar belakang : berisi latar belakang dibuatnya safety plans berdasarkan keadaan saat ini.
  3. - Penilaian resiko (risk assessment) : merupakan proses identifikasi hazard, analisa, dan eliminasi dan/ atau mitigasi pada tingkat yang dapat diterima terhadap risiko yang mengancam operasional bandar udara. Penilaian resiko bertujuan untuk mencari keseimbangan alokasi sumber daya terhadap segala resiko dan pengendalian serta mitigasinya. Dalam manajemen resiko ditentukan terlebih dahulu probabilitas resiko dan keparahan (severity) / konsekuensi resiko. Hazard merupakan kondisi, objek atau kegiatan yang berpotensi menimbulkan cidera kepada personil, kerusakan perlengkapan atau struktur, kerugian material atau berkurangnya kemampuan untuk melaksanakan suatu fungsi. Keparahan (severity) adalah kemungkinan konsekuensi dari situasi bahaya, dimana sebagai patokan adalah situasi terburuk yang mungkin terjadi.
  4. - Mitigasi : adalah suatu tidakan untuk menghilangkan potensi bahaya atau mengurangi probabilitas atau tingkat resiko. Ada 3 strategi dalam melaksanakan mitigasi, yaitu: yang pertama penghindaran, adalah operasi atau kegiatan pada area tersebut dibatalkan karena resikonya lebih besar daripada keuntungannya. Yang kedua pengurangan, yaitu frekuensi dari operasi atau kegiatan dikurangi, atau diambil tindakan untuk mengurangi tingkat konsekuensi dari risiko yang dapat diterima. Sedangkan yang terakhir pemisahan, merupakan tindakan yang diambil untuk mengisolasi efek resiko atau menerapkan perlindungan berlapis untuk mengurangi tingkat resiko. Dalam mitigasi terdapat 3 defences yang dapat diterapkan: 1. teknologi, 2. training, dan 3. regulasi/ prosedur
  5. - Pemantauan (monitoring) : Ketika perubahan dilakukan dengan menempatkan defences tersebut, maka harus dipastikan bahwa perubahan tersebut tidak membawa hazard baru, dan defences bekerja sebagaimana mestinya. Monitoring dan reviewing dilakukan untuk melihat apakah defences sudah benar-benar dapat berjalan sehingga probabilitas menjadi berkurang.
  6. - Kesimpulan

Referensi:
Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor: SKEP/ 39/ III/ 2010
Read more

Sabtu, 02 Juli 2011

Customer Relationship Management (CRM)

1
Pernahkan Anda kembali membeli barang di sebuah toko kelontong ujung jalan dengan alasan di tempat itulah Anda merasa mendapatkan pelayanan yang memuaskan seperti: pemilik toko yang ramah, pelayan yang hafal nama Anda hingga macam kebutuhan yang Anda perlukan? Pemilik toko yang tak segan-segan meminta maaf bahkan memberikan Anda ganti rugi 100% saat Anda kebetulan-secara tidak sengaja membeli barang dagangannya yang rusak?
Jika iya, itu artinya pemilik toko kelontong tadi telah menerapakan apa yang disebut dengan "Customer Relationship Management" meskipun mungkin sebelumnya tidak pernah mempelajari di bangku kuliah.

Contoh-contoh seperti ini sangat sering kita temui di pedagang-pedagang kecil. Bagaimana dengan pedagang besar seperti supermarket? mall? atau toserba? CRM juga dapat ditemui pada perusahaan tersebut dalam bentuk lain. Sebagai contoh adalah: beberapa supermarket memberikan layanan berupa pengiriman barang secara gratis jika kita membeli barang dalam jumlah tertentu, pelayan sebuah toserba akan memberikan salam hangatnya saat kita melewati pintu masuk, sebuah klinik perawatan kulit yang membentuk group member, sebuah minimarket yang buka 24 jam dan masih banyak lagi contoh-contoh lain.

Manfaat dari membangun hubungan dengan pelanggan adalah terciptanya pelanggan yang loyal. Di sini kita bedakan antara loyalitas dan ketahanan. Sebagai contoh, beberapa pelanggan bank mungkin telah berhubungan dengan sebuah bank selama bertahun-tahun; akan tetapi jika kita lebih teliti mengamati perilaku mereka dalam membeli jasa finansial, kita akan mendapati bahwa belakangan ini mereka juga membeli produk dari finansial institusi lain. Pada kenyataannya, banyak dari mereka mungkin adalah pelanggan yang ogah-ogahan dan merasa terbelenggu dalam suatu hubungan yang ingin mereka akhiri. Lamanya seorang pelanggan berbisnis dengan sebuah perusahaan hanyalah salahsatu indikator loyalitas. Fondasi loyalitas adalah dalam menunjang kepuasan pelanggan; ini adalah hubungan emosional dan sikap, bukan sekedar perilaku. Untuk meningkatkan loyalitas, kita harus meningkatkan tingkat kepuasan setiap pelanggan dan mempertahankan tingkat kepuasan tersebut dalam jangka panjang. Untuk meningkatkan kepuasan, kita perlu menambahkan nilai yang ditawarkan. Berikut ini nilai-nilai yang dapat dianggap berharga oleh pelanggan:
1. Nilai berbasis harga produk
2. Niai kemudahan atau akses
3. Nilai berbasis pilihan
4. Nilai berbasis karyawan
5. Nilai informasi
6. Nilai asosiasi
7. Nilai yang memampukan
8. Nilai hubungan
9. Nilai keunikan pelanggan
10. Nilai kejutan
11. Nilai komunitas
12. Nilai ingatan
13. Nilai pengalaman
Gambar Penciptaan Nilai Menuju Loyalitas

Hubungan dengan pelanggan yang secara fisik tidak dapat terlihat, dapat diukur dengan survey melalui penyebaran kuesioner. Hasil dari pengisian kuesioner oleh para responden inilah yang nantinya akan digunakan untuk mengukur sifat hubungan pelanggan. Salah satu tool yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan perhitungan ini yaitu SEM (Structural Equation Modelling)

Source:
Barnes, G. JAmes, Secrets of Customer Relationship Management, 2000, ANDI: Yogyakarta
Read more

Jumat, 24 Juni 2011

E-Commerce

0
Terdapat beberapa pengertian e-commerce menurut berbagai sumber:
Yang pertama pada website ECARM (The Society For Electronic Commerce And Rights Management) dijelaskan bahwa e-commerce secara umum menunjukkan seluruh bentuk transaksi yang berhubungan dengan aktifitas-aktifitas perdagangan, termasuk organisasi dan perorangan yang berdasarkan pada pemrosesan dan transmisi data digital termasuk teks, suara, dan gambar-gambar visual.

Yang kedua menurut Robert E. Johnson, III (http://www.cimcor.com), e-commerce merupakan suatu tindakan melakukan transaksi bisnis secara elektronik dengan menggunakan internet sebagai media komunikasi yang paling utama.

Sedangkan menurut Gary Coulter dan John Buddemeir (E-commerce Outline): e-commerce berhubungan dengan penjualan, periklanan, pemesanan produk, yang semuanya dikerjakan melalui internet. Beberapa perusahaan memilih untuk menggunakan kegiatan bisnis ini sebagai tambahan metode bisnis tradisional, sementara yang lainnya menggunakan internet secara eksklusif untuk mendapatkan para pelanggan yang berpotensi.

Situs-situs di internet dapat dikelompokkan ke dalam tiga level berdasarkan jumlah dan jenis fasilitas e-commerce yang tersedia, yaitu:
LEVEL I (information websites) :
Website-website yang masuk ke dalam level ini telah mengandung informasi yang ditransfer oleh perusahaan kepada pelanggannya. Informasi yang ditampilkan berupa produk-produk, baik berupa barang maupun jasa yang ditawarkan.
LEVEL II (websites with limited interactive facilities) :
Website-website yang termasuk ke dalam level ini telah memiliki fasilitas pada Level I serta fasilitas-fasilitas yang memungkinkan pelanggan untuk berhubungan (berkomunikasi) secara timbal-balik dengan perusahaan. Sarana komunikasi dua arah ini dapat berupa surat elektronik (email).
LEVEL III (E-COMMERCE Sale):
Website-website yang masuk ke dalam level ini menyediakan fasilitas lengkape-commerce yang mencakup fasilitas-fasilitas pada level I & II serta layanan pemesanan barang secara online dengan pembayaran melalui proses transfer uang

Melalui e-commerce ini sebenarnya perusahaan memiliki kesempatan dalam membina hubungan dengan pelanggannya untuk lebih baik. Misalnya saja, sebuah rumah sakit dapat memberikan suatu nilai kepada pelanggannya dengan memberikan fasilitas contact via email untuk memberikan masukan-masukan. Hal lain yang mungkin dirasa oleh pihak rumah sakit kurang berarti adalah informasi mengenai ketersediaan kamar, harga, fasilitas serta dokter jaga (seperti pada website rumahsakit Medistra). Informasi-informasi ini jika selalu di update akan sangat berguna bagi pelanggan yang hendak menggunakan jasa rumah sakit tersebut. Terlebih jika rumah sakit memberikan fasilitas booking kamar secara online (dengan persyaratan-persyaratan tertentu).

Kalo kata Pak Dosen saya sih...pelanggan itu akan menjadi loyal jika kita bisa memberikan "NILAI" pada mereka.

Source:
1. Gupta, Himani (et.al.), How Do Welsh Tourism-SME Websites Approach Customer Relationship Management?, Cardiff: Welsh School of Hospitality, Tourism and Leisure Management, University of Wales Institute
2. Tugas Customer Relationship Management
Read more

Rabu, 25 Mei 2011

OSHA

0
Akronim OSHA dalam dunia keselamatan kerja dapat berarti Occupational Safety and Health Administration atau Occupational Safety and Health Act. Pada kesempatan ini OSHA yang akan dibahas yaitu Occupational Safety and Health Administration. The United States Occupational Safety and Health Administration (OSHA) adalah bagian dari Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat yang dibentuk di bawah Undang-Undang Keselamatan dan Kesehatan, yang ditandatangani oleh Presiden Richard M. Nixon, pada 29 Desember 1970. Misinya adalah untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja dari para pekerja laki-laki maupun perempuan dengan menerapkan standard serta pemberian training, outreach, education & assistance.
Yang termasuk ke dalam subject utama dalam OSHA adalah:
  • * administrative: Hazard communication, OSHA recordkeeping
  • * electrical: grounding, insulating mats
  • * explosives: blasting agents, explosives
  • * fire: fire doors, fire protection, flammable gases and dusts, flammable liquids
  • * hazardous operations: abrasive blasting, abrasive grinding, belt sanding, boilers, compressed gasses and air, elevators and man movers, excavation, fans, pressure vessels, process safety, revolving drums,spray finishing and painting, storage areas, welding and cutting, woodworking
  • * industrial hygiene: air contamination, blood-borne pathogenes, heat, lighting, noise, radiation, toxic materials, ventilation
  • * life safety: aisles and passagesways, emergency action plans, excits
  • * machine hazards: band and cutoff saws, guarding, mechanical power presses, power transmission, radial saws
  • * materials handling: chains, cables, ropes, hooks, cranes and hoists, dockboards, and forklift trucks
  • * medical services: first aids and physical exams
  • * personnel protection: eye, face and head, foot, hand, personnel protective equipment, and respiratory
  • * sanitation: drinking water, lunch rooms, toilets, trash, washing facilities
  • * tool hazards: circular saws, hand tools, pneumatic tools, portable abbrasive wheels
  • * working surfaces: confined spaces, floor condition, floor openings and railings, housekeeping, ladders and toeboards, and stairs.
  • * dan subjek standard yang dibicarakan lebih lanjut dalam Safety Documentation pada bab Pengenalan.

Sumber:
Co Van, James. 1994. Safety Engineering. New York: John Wiley & Sons
Read more

Senin, 21 Februari 2011

KKN

0
Akhirnya..sampai juga pada masa ini..setelah kerja praktek, tiba waktunya bagi kami mahasiswa Undip angkatan 2007 melakukan bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata. Dengan segala stigma awal yang menurut saya menjadikannya sedikit kurang menarik. Ada yang bilang kkn itu kisah kasih nyata.. Ada yang bilang kkn itu tempat nyari pasangan ada yang bilang kalo sebelum KKN belum punya pasangan, setelah KKN pasti akan dapet pasangan.

Yaa.. terserahlah orang mau billang apa, mereka kan punya persepsi dan pengalamannya masing-masing. Tapi bagi saya hal-hal semacam itu tidak berlaku..semacam tidak menarik. Butuh proses yang lebih panjang untuk hal-hal semacam itu, nggak cukup kalo cuma sebulan..hihi . Saya jelas lebih tertarik dengan kehidupan di desa, menikmati alam yang masih asri, membantu warga masyarakat meringankan beban mereka, memahami bagaimana tatanan hidup orang desa, bagaimana kebiasaannya, unggah-ungguhnya, kepolosannya..hiihii. Jelas! semua itu jauh lebih menarik bagi saya. Bagaimana para petani yang selalu sudah siap bekerja di sawah pukul 6 pagi. Saya bahkan sempat terkesan dengan keluarga Pak Carik Desa Klumpit, Gebog, Kudus yang bahkan anaknya yang baru berusia 3 tahun sudah hafal Al Asma Ul Husna, hampir semuanya. Subhanalloh :") Bu carik yang jago masak segala macam jajanan-jajanan pasar dan kue-kue kering. Pak Carik yang sederhana dan dengan segala semangatnya untuk membangun desa. Bentuk pengabdian yang bahkan walaupun beliau tidak tahu bagaimana caranya, beliau tidak malu untuk bertanya kepada kami para mahasiswa yang juga masih dalam proses belajar.

Ahh, perpisahan ini makin dekat kawan..
Read more

Kamis, 26 Agustus 2010

A Trip 2 Cepu

3

After a long.. long.. time didn’t write any note on all of my blogs, now it’s time to come back and share just a ‘little’ piece of my life. Not too much, just a 'little'.

Inilah kota dimana kurang lebih dua bulan yang lalu saya bersama dua orang teman memutuskan mendaftarkan diri untuk kerja praktek di Pusdiklat Migas. Saya sendiri pada saat membuat surat ijin KP sama sekali tidak ada gambaran tentang kota ini. Yang saya tahu saat itu hanyalah : 1. Cepu, kampung halaman teman saya lainnya yang kebetulan tidak satu rombongan KP dengan kami. 3. Cepu, daerah di luar kota semarang. 3. dari semarang dapat ditempuh tiga sampai empat jam perjalanan dengan kendaraan.

Sudah itu saja. Kenapa? Karena saat itu yang saya pikirkan adalah saya ingin melakukan kerja praktek di luar kota Semarang. Tidak terlalu jauh dari semarang, sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak beres dengan data saya, paling tidak masih satu pulau dan bisa dijangkau. Begitu pikiran simpel saya.

Malangnya, setelah surat terkirim dan kami mendapat balasan dari pihak Pusdiklat Migas, ternyata kami diterima KP bulan September :( . Itu artinya kami harus bolos kuliah selama satu bulan. Yah, meskipun hari kerja kami nantinya hanya sampai Jumat dan tiap Sabtu kami masih bisa mengikuti kuliah di kampus Tembalang, Semarang. Kondisi ini tetap membuat kami harus berurusan dengan dosen. Ya, masalah perijinan. Padahal menurut aturan di kampus kami, maksimal absen per 3 bulan adalah 2X. Terlebih masih ada praktikum yang menunggu :( . FYI : sampai saat ini kami belum mengurus masalah perijinan ini..... (agak membebani pikiran sebenarnya, karena beberapa waktu yang lalu saya sempat berurusan dengan dosen berkaitan dengan masalah waktu, dan itu sangat tidak mengenakkan).

Jika dilihat pada peta, jarak Semarang - Cepu (Blora) hanya beberapa cm. Gambaran saya waktu itu setelah mendapat beberapa informasi dari teman-teman yang katanya di sana juga ada penghasil minyak, paling tidak kota ini tidak terlalu berbeda dengan kota tempat tinggal saya selama ini. Perkiraan saya waktu itu yaa paling tidak ada satu atau dua tempat wisata atau jalan-jalan yang menyenangkan di sana.

Akhirnya, tepat sehari sebelum puasa Ramadhan 1431H, kami bertiga memutuskan untuk berangkat ke kota Cepu menggunakan alat transportasi umum, kereta api. Waktu itu kami memilih kereta dengan keberangkatan Semarang - Cepu paling pagi. Tujuannya adalah untuk mengejar shalat tarawih dan sahur hari pertama di rumah masing-masing. Pukul 4 pagi saya bangun, mempersiapkan semua keperluan, menunggu adzan subuh dan shalat, lalu pukul 5 menelepon taksi menjemput di rumah kos untuk mengantar ke stasiun. Sampai di stasiun sudah ada seorang teman yang mengantri untuk membelikan saya tiket.

Pukul 05.50 kereta berangkat.


10-AGUST-2010

FEEDER

Dimulai dengan sisi lain kota Semarang yang tidak pernah saya perhatikan sebelumnya, air menggenang dimana-mana dan sampah menggunung menjadi pemandangan di kanan kiri kereta. Makin ke timur .. keluar dari kota Semarang.. sawah-sawah mulai banyak terlihat .. rumah-rumah joglo dengan pintu rendah yang lebar dan halaman luas.. kebun-kebun jagung yang luas.. melewati stasiun-stasiun kecil yang dipenuhi oleh pedagang-pedagang nasi pecel hangat. Akhirnya sampai juga kami di kota Cepu.09.30.

Ya, Cepu. Inilah. Tipikal kota kecil yang sepi. Ditambah dengan panasnya (sebuah pembelajaran untuk saya agar lebih bersyukur lagi tinggal di kota Semarang). Tujuan kami pergi ke Cepu saat itu adalah untuk mencari tempat kos sebagai tempat tinggal kami bulan September nanti, sekalian menengok lokasi Pusdiklat Migas. Berbeda dengan saya yang sama sekali belum tahu apa-apa tentang wilayah ini, 2 teman saya masing-masing memiliki saudara yang tinggal di Cepu dan sudah sering ke kota ini. Hanya 3 jam kami berada di kota Cepu. Mampir di rumah saudara teman saya sebentar,ngobrol-ngobrol, keliling, menemui teman saya lainnya yang kebetulan dapet jatah KP bulan Agustus di sana,beli minum, dan setelah tempat kos didapat, kami segera pulang.


10-AGUST-2010

BLORA JAYA


Dalam perjalanan pulang saya terkesan dengan sebuah keluarga yang juga naik kereta tepat duduk di kursi belakang saya. Seorang ayah, seorang bunda, seorang anak perempuan berusia sekitar sembilan tahun, seorang anak laki-laki berusia sekitar 5 tahun dan seorang anak perempuan berusia sekitar 6 bulan ( sedang lucu-lucuunya! :). Keluarga muslim yang sangat harmonis. Hmm..bukannya keluarga orangtua saya tidak harmonis, tetapi senang rasanya masih bisa melihat sebuah keluarga yang sangat Islami di jaman yang seperti ini. Sang ibu yang mengenakan jilbab Islami, sang ayah yang senantiasa menjaga pandangannya namun tetap ramah dan bersahabat, sang anak perempuan yang juga mengenakan jilbab (bahkan yang berusia 6 bulan! Subhanallah :). Hal yang membuat saya terkesan adalah saat si anak perempuan membeli dua porsi mie instan yang ditawarkan oleh penjual di kereta. Saat itu saya tahu anak perempuan itu sedang lapar dan ingin makan, tetapi yang dilakukannya saat mie instan pertama telah selesai dibuat adalah dia memberikan makanan itu kepada orang tuanya terlebih dahulu. Dia bahkan masih sempat memikirkan kedua orangtuanya meskipun sebenarnya sangat menginginkan. Sungguh sesuatu yang sederhana. Tetapi dari sesuatu yang sederhana dan tidak dibuat-buat seperti itulah saya seringkali terkesan dengan orang. Sekali lagi, bukannya di dalam keluarga saya tidak seperti itu, tetapi tahun-tahun belakangan ini saya melihat kondisi yang sebaliknya terjadi di masyarakat. Mungkin memang orangtua sebaiknya mengalah kepada sang anak, tetapi alangkah akan terlihat sangat manis jika kita gantian mengalah dan berkorban (meskipun sedikit) kepada orang tua? Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah kapan lagi kita akan membalas semua yang diberikan oleh orang tua kepada kita? Jadi, meskipun mungkin itu hanya hal-hal kecil, lakukanlah! Tidak perlu orang tua kita tahu, tidak perlu orang lain tahu. Yang terpenting adalah niat kita dan realisasinya.

Semarang.

Rumah.17.00


Nothing special, but i just wanna make my hand accustomed in writting.


Semoga semuanya berjalan lancar dan berakhir dengan baik.

Aamiin!
Read more

Sabtu, 12 Juni 2010

ARISA : 2nd Day

1
Agak siang hari ini saya berangkat menuju PT ARISAMANDIRI PRATAMA. Berangkat dari rumah pukul 6.45 diantar dengan mobil oleh kakak laki-laki saya (lagi..oh, thank’s bro! ). Kondisi jalanan sudah sangat padat saat itu, maklum jam-jam orang terburu-buru masuk kantor & sekolah. Mampir dulu ke rumah sakit Dr. Kariadi untuk mengantar ibu kerja di sana (tiba di RSDK pukul 07.30), melewati jalan pahlawan, daerah Milo, muter lewat daerah mberok (agak salah jalan sebentar karena niatnya mau potong jalan malah nyasar :p no problem bro.. dan sampailah ke daerah Penggaron. Melewati sebuah pusat perbelanjaan (Giant). Jalan terus.. hingga ke Karangawen. Sampai di sana sekitar pukul 8.15. Berhubung dari rumah belum sarapan, kami (saya & kakak) mencari warung soto. Agak sulit rupanya mencari warung makan di daerah itu di pagi hari, tetapi akhirnya ketemu juga dengan warung soto surabaya. Selesai makan, ternyata jam sudah menunjukkan pukul 8.45. Langsung saja kami menuju PT ARISAMANDIRI PRATAMA. Selanjutnya saya kembali melakukan ritual menukarkan kartu identitas dengan co-card dan mengisi buku tamu di pos satpam. Masuk pabrik dan menuju ke bagian lobi perusahaan. Bertemu dengan bagian HRD (Ibu Tarmi) yang memberikan arahan kepada saya. Kemudian menunggu Bapak Budi Arianto di dalam ruang tunggu. Berhubung agak lama, saya sempat main game di hp sebentar (hp kakak tentunya, hp saya saat itu mati suri.. *baca: batere habiz). Bertemu dengan pak B.A., kemudian berbincang sebentar dan menjelaskan keperluan saya, seperti sore hari sebelumnya saat saya menelepon dan mengabari akan kembali untuk melengkapi data-data yang diperlukan. Lalu saya diajak berkeliling kembali. Sekarang ke gedung C.


Bagian ini ternyata yang memproduksi barang-barang yang terbuat dari plastik. Campuran bahan kimia dimasukkan ke dalam mesin molding, kemudian operator memasukkan entah kode atau instruksi apa ke mesin dan tidak lama kemudian muncullah barang-barang plastik, seperti: balok-balok plastik mainan anak, cam (komponen DVD), tutup botol plastik, dll. Seorang pekerja duduk di samping mesin molding untuk melakukan pengecekan terhadap seluruh plastik hasil produksi mesin molding (satu-persatu!). Memastikan produk plastik untuk tidak terlalu melengkung, jumlah partnya lengkap, bentuknya sempurna, dll. Setelah itu masih ada lagi pengecekan kualitas pada produk plastik tadi dari pihak QA dengan pemeriksaan dimensi, visual, maupun berat. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan bantuan alat ukur calliper, mistar dan timbangan. Metode pengambilan sampel yang digunakan oleh bagian QA adalah AQL, yaitu sebanyak 13 buah untuk 1 shiftnya (ada 3 shift di bagian molding). Seorang pekerja bagian QA akan membuat report untuk hasil pengecekan kualitas per shift setiap harinya.

Menarik sekali melakukan kunjungan perusahaan seperti ini. Banyak pengetahuan yang didapat dan dari kunjungan – kunjungan seperti inilah saya jadi merasa lebih menghargai banyak hal. Bukan hanya menambah pengalaman, tetapi dengan kunjungan – kunjungan seperti inilah pengetahuan saya bukan hanya bertambah, tetapi saya malah makin merasa sangat banyak sekali ilmu di luar sana yang masih belum saya ketahui. Dan masih banyak hal menarik di luar sana yang siap untuk dipelajari, jika kita mau. Keanekaragaman yang sangat indah. Coba saja kalau sejak kecil kita diperkenalkan dengan hal-hal seperti ini, tentu cita-cita anak-anak kecil tidak akan melulu menjadi dokter, polisi, dll. Jika mereka diberikan banyak masukan dan pilihan, saya pikir akan banyak hal menarik lain yang siap untuk digeluti. Sekarang tinggal bagaimana cara kita mempersiapkannya. (ah,,, ceritanya jadi ngelantur kemana-mana nih..gapapa deh :p)

Ayo.. ayooo.. pabrik mana lagi yang mau dikunjungi ?? hahaa.. i’m so interest!! Sure!
thanks to: Pak B.A, Bu Tarmi, Pak Juni & smw operator gd. C, G & P
Read more

Kamis, 10 Juni 2010

ARISA : 1st day

4
Inilah hasil perjuangan saya setelah melewati beberapa langkah nekat :p. Mulai dari pencarian saya di perpustakaan tentang perusahaan assembly elektronik (bukan kendaraan), membuka-buka semua laporan KP kakak-kakak senior dan tidak menemukan. Kemudian beralih ke pencarian melalui internet tentang perusahaan assembly di sekitar semarang yang tidak juga tertemukan. Begitu menemukan satu, yang katanya di kawasan Ngaliyan (dekat rumah) ternyata setelah saya beranikan dengan nekat naik motor sendiri untuk pertama kalinya dari Tembalang berkeliling ke daerah Semarang bawah sampai ke Ngaliyan ( sempat nyasar juga, hohhoo..) hingga sore hari menjelang malam dan tidak juga menemukan. Sampai di rumah mendapat teguran dari ibu yang khawatir bukan main tahu anak perempuannya pulang naik motor sendiri . Pembuatan surat ijin dari pihak kampus yang ternyata perlu waktu menunggu berjam-jam untuk mendapatkan tanda tangan ijin dari dosen karena saat itu beliau sedang menguji sidang kakak angkatan 2006. Hingga pencarian stempel dari universitas yang hampir gagal dan sempat membuat saya menangis saat itu karena suatu hal yang saya tidak perlu menyebutkan kenapan (saya sudah menganggap masalah ini selesai). Dan perjuangan menuju PT ARISAMANDIRI PRATAMA yang terletak di daerah Karangawen untuk memasukkan surat ijin pengambilan data. Yang pada saat itu kondisi saya sudah sangat lelah karena dari pagi di kampus mengurus surat ijin yang cukup menyita waktu, mempersiapkan presentasi, kuliah dan presentasi huh..huh..huh.. (ngos-ngosan).

Pada tanggal 9 Juni 2010 lalu, akhirnya saya melakukan kunjungan ke PT. ArisaMandiri Pratama. Sesuai dengan surat ijin penelitian yang saya dapatkan dari pihak perusahaan. Lokasi pabrik yang terletak di jalan raya karangawen km.20 semarang ini membuat saya memerlukan waktu sekitar 1 jam untuk sampai ke sana dari rumah. Beruntung sekali saya, sebab pada perusahaan ini jam kerja dimulai pukul 8.30. Tujuan saya melakukan kunjungan ke perusahaan tersebut adalah untuk memperoleh data sebagai bahan menyelesaikan tugas besar mata kuliah Advance Statistical Process Control. Sesampainya di sana, saya langsung menuju pos satpam dan menyerahkan kartu identitas untuk ditukar dengan co-card tamu yang harus saya pakai selama berada di dalam lokasi pabrik. Kemudian saya di arahkan ke bagian front office untuk menemui pihak HRD. Setelah pihak HRD mempelajari penjelasan dan surat ijin yang sudah saya masukkan beberapa hari sebelumnya, akhirnya saya ditempatkan di bagian Quality Assurance Electronic : Assembly Line 3.

Dari bagian depan, pabrik ini terlihat tidak terlalu luas. Tetapi begitu melihat lebih lanjut ke dalam, ternyata pabrik ini sangat besar. Gedung produksinya saja sudah mencapai 18 buah (diberi nama dari huruf A hingga R). Sepengetahuan saya, gedung C untuk proses pembuatan komponen-komponen yang terbuat dari plastik dengan menggunakan alat molding, seperti: mainan balok plastik anak-anak, tutup botol plastik, komponen cam untuk DVD, dll. Gedung G juga dipergunakan untuk pembuatan komponen dari plastik dengan proses molding, tetapi produk yang dihasilkan di sini berbeda, dari pengamatan yang telah saya lakukan di gedung inilah diproduksi komponen CD Tray, Mainframe DVD,dll. Masing-masing gedung memiliki kegiatan yang berbeda-beda. Kebetulan saat itu saya melakukan survei di gedung P, yaitu gedung paling ujung.

Dengan ditemani Ibu Tarmi dari bagian HRD, kami menuju gedung P dengan jalan kaki. Selama perjalanan itulah saya diberitahu bahwa perusahaan sedang mencoba menerapkan 5R (resik, rapi, ringkas ,r , r maap lupa :p) . Sebagai salahsatu bentuk penerapannya yang saya lihat pada waktu itu adalah dengan dibuatnya jalur khusus untuk mereka yang jalan kaki menuju lokasi pabrik. Di sekitar gedung – gedung pabrik yang ada telah dibuat garis kuning di bahu jalan, dan menurut aturan, pejalan kaki tidak diperbolehkan melewati garis kuning tersebut. Saya lihat penerapannya memang baik, berdasar pengamatan saya ini bermanfaat untuk mencegah terjadinya kecelakaan sebab di tempat itu banyak forklift yang digunakan untuk mengangkut barang-barang. Beberapa pekerja memanfaatkan sepeda sebagai alat transportasi untuk berpindah dari satu gedung ke gedung lainnya. Sebab, berdasarkan hasil perhitungan saya sendiri (kira-kira), jarak antara pagar masuk di depan dengan gedung paling ujung (gedung P) ada sekitar 1300 langkah kaki ( 1000 meter mungkin).

Di gedung P, saya dipertemukan dengan Bapak Budi Arianto bagian QA Electronic. Sebagai informasi saja, Pak Budi (Pak B.A. panggilannya) ini adalah seorang lulusan Teknik Elektro yang bekerja di bagian Quality Assurance. Kemudian saya menjelaskan tujuan pelaksanaan survei ke pabrik tersebut kepada beliau. Dan selanjutnya saya diajak keliling melihat pelaksanaan proses assembly di line 3 sekaligus dijelaskan mengenai proses pengontrolan kualitas yang dilaksanakan di bagian tersebut. Assembly line 3 melakukan assembly untuk produk DVD. Menarik sekali karena untuk pertama kalinya saya melihat secara langsung proses perakitan DVD. Terlebih para pekerjanya yang ramah-ramah memberikan senyum saat saya melihat proses perakitan itu. Prosesnya dibagi menjadi 3 bagian yaitu proses perakitan untuk sub assy front pannel, sub assy touch up, serta sub assy mechanic. Untuk tiap stasiun kerja ( 1 stasiun kerja 1 pegawai), dilakukan pemeriksaan kualitas hasil kerja dari stasiun kerja sebelumnya. Jika terjadi kekeliruan, benda kerja akan dikembalikan ke stasiun kerja sebelumnya yang berkaitan (kalau masih bisa diperbaiki) atau dibuang (kalau tidak mungkin diperbaiki). Satu - persatu proses perakitan dilakukan hingga selesai.

Kemudian saya diajak ke bagian pengolahan datanya dan diberi penjelasan mengenai data-data kecacatan yang terjadi. Di situ saya mendapat banyak sekali informasi dan saya bisa melihat secara langsung praktik kerja pengendalian kualitas di sebuah perusahaan. Memang berbeda sekali rasanya jika kita melakukan pengamatan secara langsung jika dibanding dengan belajar di dalam kelas. Untuk terjun secara langsung di tempat kerja, tentu saja kita tidak hanya memerlukan kecerdasan dalam hal hitung-menghitung, tetapi perlu adanya interaksi dengan orang-orang lain. Biasanya kalau dalam soal-soal kuliah kita langsung diberi data mentahnya, kalau dalam praktek kerja kita harus melakukan pengukuran-pengukuran untuk memastikan sendiri kualitas barang yang dihasilkan. Jadi data yang diambil tidak keluar begitu saja, tetapi kita harus mengukur sendiri.

Itulah sekilas cerita mengenai kunjungan saya di PT ARISAMANDIRI PRATAMA. Meskipun hingga saat ini data yang saya dapatkan belum lengkap (rencananya sih, saya akan kembali lagi ke sana dalam waktu dekat ini), tetapi banyak sekali pengalaman yang saya peroleh dari sana.

Sebuah pengalaman yang sangat berharga, bisa melihat secara langsung proses produksi di suatu perusahan besar. Dengan ditemani dan disambut ramah oleh para pekerja di sana. Paling tidak, saya telah mendapat gambaran bagaimana sih kerja seorang Quality Assurance dalam sebuah perusahaan. Apa-apa saja tanggungjawabnya dan bagaimana koordinasi antar bagian sangat diperlukan untuk menghasilkan produk dengan kualitas baik sehingga dana yang dikeluarkan untuk barang ‘defect’ dapat diminimumkan. Sekarang yang tersisa adalah ... kebingungan saya mengolah dan menganalisa data-data yang telah saya dapatkan serta mempersiapkan presentasi di hadapan teman-teman semua.. so, jalani saja dan persiapkan sebaik mungkin! Alhamdulillah
Read more
 
Copyright 2011 HandsLife. Designed by Cute Templates Blogger.
Thanks to: Link 1, Link 2, Link 3.