Kamis, 26 Agustus 2010

A Trip 2 Cepu

After a long.. long.. time didn’t write any note on all of my blogs, now it’s time to come back and share just a ‘little’ piece of my life. Not too much, just a 'little'.

Inilah kota dimana kurang lebih dua bulan yang lalu saya bersama dua orang teman memutuskan mendaftarkan diri untuk kerja praktek di Pusdiklat Migas. Saya sendiri pada saat membuat surat ijin KP sama sekali tidak ada gambaran tentang kota ini. Yang saya tahu saat itu hanyalah : 1. Cepu, kampung halaman teman saya lainnya yang kebetulan tidak satu rombongan KP dengan kami. 3. Cepu, daerah di luar kota semarang. 3. dari semarang dapat ditempuh tiga sampai empat jam perjalanan dengan kendaraan.

Sudah itu saja. Kenapa? Karena saat itu yang saya pikirkan adalah saya ingin melakukan kerja praktek di luar kota Semarang. Tidak terlalu jauh dari semarang, sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak beres dengan data saya, paling tidak masih satu pulau dan bisa dijangkau. Begitu pikiran simpel saya.

Malangnya, setelah surat terkirim dan kami mendapat balasan dari pihak Pusdiklat Migas, ternyata kami diterima KP bulan September :( . Itu artinya kami harus bolos kuliah selama satu bulan. Yah, meskipun hari kerja kami nantinya hanya sampai Jumat dan tiap Sabtu kami masih bisa mengikuti kuliah di kampus Tembalang, Semarang. Kondisi ini tetap membuat kami harus berurusan dengan dosen. Ya, masalah perijinan. Padahal menurut aturan di kampus kami, maksimal absen per 3 bulan adalah 2X. Terlebih masih ada praktikum yang menunggu :( . FYI : sampai saat ini kami belum mengurus masalah perijinan ini..... (agak membebani pikiran sebenarnya, karena beberapa waktu yang lalu saya sempat berurusan dengan dosen berkaitan dengan masalah waktu, dan itu sangat tidak mengenakkan).

Jika dilihat pada peta, jarak Semarang - Cepu (Blora) hanya beberapa cm. Gambaran saya waktu itu setelah mendapat beberapa informasi dari teman-teman yang katanya di sana juga ada penghasil minyak, paling tidak kota ini tidak terlalu berbeda dengan kota tempat tinggal saya selama ini. Perkiraan saya waktu itu yaa paling tidak ada satu atau dua tempat wisata atau jalan-jalan yang menyenangkan di sana.

Akhirnya, tepat sehari sebelum puasa Ramadhan 1431H, kami bertiga memutuskan untuk berangkat ke kota Cepu menggunakan alat transportasi umum, kereta api. Waktu itu kami memilih kereta dengan keberangkatan Semarang - Cepu paling pagi. Tujuannya adalah untuk mengejar shalat tarawih dan sahur hari pertama di rumah masing-masing. Pukul 4 pagi saya bangun, mempersiapkan semua keperluan, menunggu adzan subuh dan shalat, lalu pukul 5 menelepon taksi menjemput di rumah kos untuk mengantar ke stasiun. Sampai di stasiun sudah ada seorang teman yang mengantri untuk membelikan saya tiket.

Pukul 05.50 kereta berangkat.


10-AGUST-2010

FEEDER

Dimulai dengan sisi lain kota Semarang yang tidak pernah saya perhatikan sebelumnya, air menggenang dimana-mana dan sampah menggunung menjadi pemandangan di kanan kiri kereta. Makin ke timur .. keluar dari kota Semarang.. sawah-sawah mulai banyak terlihat .. rumah-rumah joglo dengan pintu rendah yang lebar dan halaman luas.. kebun-kebun jagung yang luas.. melewati stasiun-stasiun kecil yang dipenuhi oleh pedagang-pedagang nasi pecel hangat. Akhirnya sampai juga kami di kota Cepu.09.30.

Ya, Cepu. Inilah. Tipikal kota kecil yang sepi. Ditambah dengan panasnya (sebuah pembelajaran untuk saya agar lebih bersyukur lagi tinggal di kota Semarang). Tujuan kami pergi ke Cepu saat itu adalah untuk mencari tempat kos sebagai tempat tinggal kami bulan September nanti, sekalian menengok lokasi Pusdiklat Migas. Berbeda dengan saya yang sama sekali belum tahu apa-apa tentang wilayah ini, 2 teman saya masing-masing memiliki saudara yang tinggal di Cepu dan sudah sering ke kota ini. Hanya 3 jam kami berada di kota Cepu. Mampir di rumah saudara teman saya sebentar,ngobrol-ngobrol, keliling, menemui teman saya lainnya yang kebetulan dapet jatah KP bulan Agustus di sana,beli minum, dan setelah tempat kos didapat, kami segera pulang.


10-AGUST-2010

BLORA JAYA


Dalam perjalanan pulang saya terkesan dengan sebuah keluarga yang juga naik kereta tepat duduk di kursi belakang saya. Seorang ayah, seorang bunda, seorang anak perempuan berusia sekitar sembilan tahun, seorang anak laki-laki berusia sekitar 5 tahun dan seorang anak perempuan berusia sekitar 6 bulan ( sedang lucu-lucuunya! :). Keluarga muslim yang sangat harmonis. Hmm..bukannya keluarga orangtua saya tidak harmonis, tetapi senang rasanya masih bisa melihat sebuah keluarga yang sangat Islami di jaman yang seperti ini. Sang ibu yang mengenakan jilbab Islami, sang ayah yang senantiasa menjaga pandangannya namun tetap ramah dan bersahabat, sang anak perempuan yang juga mengenakan jilbab (bahkan yang berusia 6 bulan! Subhanallah :). Hal yang membuat saya terkesan adalah saat si anak perempuan membeli dua porsi mie instan yang ditawarkan oleh penjual di kereta. Saat itu saya tahu anak perempuan itu sedang lapar dan ingin makan, tetapi yang dilakukannya saat mie instan pertama telah selesai dibuat adalah dia memberikan makanan itu kepada orang tuanya terlebih dahulu. Dia bahkan masih sempat memikirkan kedua orangtuanya meskipun sebenarnya sangat menginginkan. Sungguh sesuatu yang sederhana. Tetapi dari sesuatu yang sederhana dan tidak dibuat-buat seperti itulah saya seringkali terkesan dengan orang. Sekali lagi, bukannya di dalam keluarga saya tidak seperti itu, tetapi tahun-tahun belakangan ini saya melihat kondisi yang sebaliknya terjadi di masyarakat. Mungkin memang orangtua sebaiknya mengalah kepada sang anak, tetapi alangkah akan terlihat sangat manis jika kita gantian mengalah dan berkorban (meskipun sedikit) kepada orang tua? Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah kapan lagi kita akan membalas semua yang diberikan oleh orang tua kepada kita? Jadi, meskipun mungkin itu hanya hal-hal kecil, lakukanlah! Tidak perlu orang tua kita tahu, tidak perlu orang lain tahu. Yang terpenting adalah niat kita dan realisasinya.

Semarang.

Rumah.17.00


Nothing special, but i just wanna make my hand accustomed in writting.


Semoga semuanya berjalan lancar dan berakhir dengan baik.

Aamiin!

3 tanggapan pembaca ^_^:

agus salim mengatakan...

dapet kosnya daerah mana ?

jelangpagi mengatakan...

kemarin waktu pkl di sana dapat kos di deket pusdiklat migas cepu. depan gerbang masuk pusdiklat ada gang, lurus aja, kemudian gang pertama sebelah kanan masuk daerah situ, deket. tapi lupa nama jalannya apa. bisa juga tanya sama bapak becak di sana.

yolanda permatasari mengatakan...

biaya kos disaana berapa ya ? perinciannya

Poskan Komentar

 
Copyright 2011 HandsLife. Designed by Cute Templates Blogger.
Thanks to: Link 1, Link 2, Link 3.